Di atas sepuluh tahun yang lalu saya mendapat pelajaran dalam: Anda menuai apa yang anda tabur. Sedangkan banyak orang merasa bahwa mereka bisa menghindari akibat - satu hal untuk pasti – akibat ialah inevitable. Setiap pilihan kami membuat pada akhirnya akan menyerahkan hasil. Di kasus saya, pilihan tidak etis menghasilkan hukuman penjara. Pengikut-pengikut adalah petikan dari jurnal saya. Sewaktu saya menoleh ke belakang saya sekarang tahu bahwa kami membuat lebih banyak kontrol tentang takdir kami daripada banyak berpikir. Kaleng pilihan kami, sebenarnya, hasil akibat negatif (penjara sebagai contoh) atau hasil positif (profesional pembicara dan bisnis eksekutip hari ini).
Barangkali petikan dari memoar saya mungkin menguntungkan orang lain sewaktu mereka mencoba sembuh dari pilihan mereka membuat – afterall kami menguasai mendatag hasil positif karena semuanya ditemukan di bibit kami menabur.
8 Oktober, 1995.
Nampak seperti setiap hari ialah riddled dengan suatu emosi. Di waktu, nampaknya kesedihan terdapat dalam ombak dan ialah lebih dari saya bisa bertahan punggung. Saya merasakan banyak belas kasih, bagi beberapa orangtua ini di sini. Kelihatannya ada dua macam narapidana di sini – yang selalu akan mendapat kesukaran, dan yang akan bertambah besar dari pengalaman dan tidak pernah sudah kembali.
This Afternoon I pergi berjalan di jalan setapak kerikil. Saya mengingat terlebih dahulu tiba di sini, orang yang menelpon ini, “Club Fed. " Satu hal saya bisa memastikan mereka, tidak adalah balai pertemuan! Sewaktu saya berjalan, tetapi, saya mendengar Elton John's, “The terakhir lagu. " kelihatannya setiap kali saya berpaling, saya dibombardir dengan emosi. Garis di lagu mengatakan, “I tidak pernah berpikir I'd kehilangan, saya hanya berpikir I'd menang. " That's cara saya meraba. Lalu pikiran dialami saya -- mungkin oleh kehilangan -- saya menang.
Saya menulis surat pagi ini kepada anggota dahulu pelajaran sekolah Minggu saya. Berbunyi sebagai berikut:
Salam dari penjara,
Hari ini Minggu pertama saya di sini, dan saya pemikiran anda. It's 09:45 dan anda baru saja sedang berkumpul.
Penjara tidak jelek -- tetapi lalu I wouldn't menganjurkan agar siapa saja menghubungkan saya. Warden's komentar ialah, “you di sini sebagai hukuman, tidak untuk hukuman. Menyatakan filsafat ini bahwa anda sedang dipegang di penjara, jauh dari keluarga anda, himpunan anda, dan tidak boleh pergi tanpa otorisasi. ” orang di sini ialah, untuk kebanyakan sebagian hormat.
Saya kelihatannya berurusan dengan di sini BAIKLAH, tetapi, rasa sakit saya meraba dalam ditiadakan dengan anak saya keras. Parent's ikatan dengan anak mereka kuat. Ialah jauh seminggu tidak kritis, tetapi berpikir untuk gagal Natal keras. Waktu, saya harus menghabiskan jauh nampak seperti kekekalan kepada saya. Mudah-mudahan, akan melewati dengan cepat.
Saya menghubungkan paduan suara di sini. Saya selalu mau menyanyi di paduan suara hitam -- oleh sebab itu di sini saya ialah. Mengingatkan saya pada “Forrest Gump" di paduan suara gereja dia menyanyi di – berayun, tangan bertepuk tangan dan semua.
I attended church service this morning. There are some beautiful spirits here - I must say and I look at people differently now. I'm much less judgmental. What I did was wrong and you reap what you sow. I am now reaping. Yet, while people can make mistakes or get caught up in wrong things -- that doesn't take away the fact that they are still God's children. Worthy of forgiveness. I hope I never looked at the poor, the afflicted, the old, or deprived the same way I used to look at them in the past. As you stand here on a visiting day and observe a group of men waving to their families as they leave after a visit and see tears well up in their eyes -- you feel compassion and love.
Be thankful each day for what you have. Freedom is precious. Hug your children and tell them you love them -- they are truly a gift from God. Share with your husband or wife your love. It's funny how the little things in life are important -- having a home, your own clothing, food of your choice -- all these seem to be taken for granted.
I am thankful for you as my friends. Keep me in your prayers, along with my family. I will keep you in mine. I hope someday I'll be able to share this experience through speaking to others. How important it is to appreciate what we have. Most important is our relationship to each other. Money, cars, houses will all pass away -- we may not have the opportunity to show our love again.
Through this letter, I want to let you know, my love for you!
God bless you, Chuck
Looking back, my experiences placed me on the right track. As I journaled my experiences, I find that my efforts today to share with others, a message of hope and inspiration, was well founded and the path is clear. For more articles or journals feel free to contact chuck@chuckallagher.com or go to www.chuckgallagher.com.