Daya cipta: Lifeline Perusahaan Baru
Your source of Free Articles Sumber anda Artikel Cetakan Ulang dan Isi Bebas! Login
RUMAH Ajukan ARTIKEL KEUNTUNGAN SYARAT-SYARAT dan KONDISI PENULIS TERTINGGI

Temukan Artikel:
ArticlesGratuits.com, sumber anda Artikel Bebas tentang: Kewiraswastaan

Daya cipta: Lifeline Perusahaan Baru

Bisnis, bisnis baru, memendam daya cipta



Dengan timbulnya perusahaan baru setiap menit lain dan hilangnya ribuan orang lain selama menit melewati sama, penting sekali bahwa entrepreneurs mengerti elemen pokok yang menentukan kelangsungan hidup perusahaan baru. Di antara faktor berbanyak-banyak bahwa memutuskan entah startup akan hidup terus atau tidak, daya cipta tertinggi pentingnya.

Yang baru lawan yang mapan.

Baik entitas baru maupun mapan memerlukan daya cipta untuk menangkis etiket penyimpangan. Meskipun, adalah perusahaan baru yang terbaik menempatkan untuk mengeksploitasi daya cipta sedangkan sekaligus, adalah yang menghadapi risiko yang paling tinggi tanpa itu. Sebab bagi ini sederhana: karena keberadaannya yang relatif lebih panjang, perusahaan mapan sudah memperkembangkan struktur dan tradisi sepanjang jalan yang membuat organisasi kaku, yang pada gilirannya menahan daya cipta.

Keuntungan entitas mapan di balik yang baru nyata. Sungguhpun perusahaan mapan mungkin menderita penyelewengan daya cipta untuk sedangkan, tak mungkin bahwa kemunduran seperti itu akan menyebabkan kematiannya karena bisa memikul berjemur di bawah dahulu kemuliaannya sebentar.

Posisi entitas baru di tangan yang lain benar-benar berbeda. Karena fakta bahwa lebih tidak tak birokratis dan pegawai kurang berspesialisasi dalam, membolehkan mereka berpikir di luar kotak-kotak mereka, perusahaan baru lebih fleksibel dan ini memendam kebudayaan kreatif yang mengagumkan dalam organisasi.

Banyak cara memendam kebudayaan kreatif dalam organisasi sudah berhadapan. Tetapi, banyak dari yang ini baik kemahalan atau terlalu tak praktis untuk mencoba. Membicarakan adalah cara daya cipta relevan yang mengasuh yang agak murah dalam organisasi.

Memikirkan Waktu lawan. Waktu menganggur

Banyak majikan sebetulnya merasakan “thinking time” itu; adalah waktu yang menganggur sebetulnya. Jika seorang manajer memasuki kantor dan kebetulan merasa seorang pegawai didudukkan dengan tak ada berkas di atas meja tulisnya, bukan handset atau dan komputer dimatikan, manajer sebetulnya akan digoda untuk berpikir bahwa majikan menganggur dan sebaiknya diberi lebih banyak kerja. Karena ini, majikan belajar tergesa-gesa mereka employees’ kalender dan buku harian dengan begitu banyak aktivitas semungkin supaya “achieve most”.

Cita-cita dan Tujuan kualitatif.

Banyak cita-cita perusahaan baru memusatkan pikiran pada kuantitas hasil daripada kualitas yang sama. Tidak tak biasa untuk mendengar raungan pegawai di bagaimana pada hari khusus dia sudah melakukan “very little”. Efisiensi tidak adalah semua. Keefektifan sama-sama penting jika tidak lebih banyak. Memusatkan pikiran pada kualitas, memaksa organisasi untuk berpikir di bagaimana caranya untuk membuat sistemnya lebih baik. Memusatkan pikiran pada kuantitas di tangan yang lain, memaksa organisasi untuk berpikir di atas bagaimana pergi ke hasil pertambahan di syarat-syarat produk atau transaksi. Efek ini? Produk menjadi pemboran dan gagal total kalau seorang saingan inovatif memasuki pasar atau tantangan baru menghadap ke organisasi.

The Environment around You

In order for a new business to have creativity that is relevant for survival, it is important for members of the organization to know what the clients need, their structures and have a thorough understanding of their business. It is not just about the external customers; for example, if a university is facing problems with their accounting system, what can they learn from the accounting for insurance companies? If a certain technology is used in hospitals to increase service delivery, how can this be adapted to suit the hotel industry?

Technology in modern organizations is of a vital factor; but even of critical value is the organization’s creative culture. It is through this that a new business will force a passage in a hand to hand fight and be ready for its acid-test: survival.
Published: 2007-12-06
Author: Ernest Achesa


Suggested Link

Taking Paid Online Surveys
Taking Paid Online Surveys

business, new business, nurturing creativity
About the author or the publisher

Source: ArticlesGratuits.com - Free Articles


Most popular articles from Entrepreneurial category
Buy this article
Full Rights: 10.00
Free

Translate this article:

Article Categories
Arts and Entertainment Automotive Business Advertising Affiliate Business (General) Business Ethics Business Etiquette Careers Communication Customer Service Economy Entrepreneurial Home Based Jobs/Employment Management Marketing MLM Money Making Ideas Networking Online Business Public Relations Real Estate Sales Communication Computer and Internet Finance Health and Fitness Home and Family Legal News and Society Pets and Animals Recreation and Sports Science Self Improvement Travel


Home | Submit an article | Benefits | Terms and Conditions | Top Writers | Contact-Us | Login

Copyright ArticlesGratuits.com - Free Reprint Articles
Website Design - Création de site Internet