Distance Learning Programmes –
Mengubah Sisi anggota Fakultas dan pimpinan Jalan - Tubrukan Pandangan dan Konflik:
Perkenalan:
Jarak antara Jarak yang mempelajari Program dan Normal Learning Programmes sudah diperpendek cukup banyak yang dengan kemajuan Teknologi kawin dengan pertimbangan yang dihargai yang praktis dan realistis.
Pendaftaran tanpa batas yang berhasil:
Seorang mahasiswa dari Hindia Barat mengatakan Trinidad bisa belajar dari Universitas Sydney di Australia atau Delhi University di India semudah pernah dan mendapatkan yang sama quantum pengetahuan dan Ketrampilan hampir sama kepada mahasiswa Lokal yang mana pun dari universitas ini.
Mengubah Sisi: Ini Distance Learning Programmes, karena mereka sangat alam sudah menjadi Perkakas tergantung dan Perlengkapan tergantung sejak transformasi cerita pengetahuan tempat lewat Internet (ke hari) dan sumber Elektronik Lain.
Di kata lain ini menciptakan atau meminta GANTI di TUGAS ANGGOTA FAKULTAS.
CLASS TEACHER dan DISTANCE LEARNING PROGRAM Faculty:
Di pendidikan Ruang Kelas biasa, sandiwara guru tugas luar biasa dalam menjadi Katalisator dalam memberikan pengetahuan selain menjadi MODEL TUGAS di sebegitu banyak cara yang dengan begitu menimbulkan kesan tahan lama di dia pikiran Mahasiswa.
Sedangkan di Distance Learning Programmes tugas anggota Fakultas diperlukan berlainan. Ini adalah sebetulnya DIS AGGREGATION proses atau tak Mengumpulkan tanggung jawab seorang Guru Kelas.
Di permulaan adalah FACILITATOR Role. Di kata lain mereka ialah:
1. Pengembang kurikulum
2. Course ware Developers
3. Pakar puas Deliverers dan Puas
4. Mempelajari pakar bentuk proses
5. Proses pelaksanaan Manajer
6. Spesialis penilai
7. Advisors
Langkah ini mengurangi INTERVENSI FAKULTAS dan berisi berharga.
Secara khas cara ini akan menambah akses mahasiswa lewat pembuatan broadband jaringan diperagakan ke internet.
Program akan characterized di samping SELF PACED STUDY lebih baik daripada KALENDER AKADEMIS, PERTEMUAN KELAS tak jujur atau KURIKULUM TRADISIONAL.
Mahasiswa akan mengejar Perangkat Halus mereka lewat New INSTRUTIONAL SOFTWARE That memerinci subyek kompleks ke bagian perseorangan atau modeules.
CONFLICTING VIEWS AND COLLISION OF IDEAS:
Namun dipercaya bahwa ini tidak adalah RUTE TERBAIK sampai KUALITAS.
Sejumlah Studi sudah mempertunjukkan pentingnya ke Mahasiswa belajar mendirikan putaran umpan balik antara Mengajar kamar Kelas,
Perkembangan kurikulum, dan penelitian Ilmiah. Putaran itu menjadi inoperative kalau mengajar Fakultas membedah dari buku latihan berpangkalan di Pre mendesain Kurikulum bahwa anggota Fakultas mempunyai kecil tugas dalam terjadi, kurikulum yang tidak ditentukan secara langsung oleh practitioner’s pengalaman dalam mengajar penelitian atas subyek ini kepada kelas ini atau memimpin.
Students deserve teachers who knew all the nuances of what they are teaching and who can exercise professional judgment and academic freedom in doing so.
CLASS SIZE:
Good DE normally requires more Teacher preparation time than a traditional class as well as more time devoted to interacting with students ( through E mail , Chat room etc)
Therefore it is vital to maintain a workable class size .
The problem is commercially minded Distance Learning Programmes will expand class sizes too greatly in order to maximize ENROLLMENTS.
CONCLUSION :
It is believed that Deep knowledge of a subject is NOT in passing a competency exam. It does require class room time ( be in Class room or cyber space) with Teachers and Other Classmates chewing over ideas , Hearing contrary points of view and defending conclusions.
C.EASHWER – SINGAPORE