Beberapa hari yang lalu guru kami di kelas tulisan teknik mengumumkan "Hari Ini kami sedang pergi ke percakapan tentang memakai Email sebagai alat istimewa komunikasi". Saya berpikir 'di sini datang, di terakhir saya akan tahu lebih banyak di sekitar ini'. Seperti banyak orang di India, saya adalah orang yang terlambat ke Email, bahwa terlalu hanya ketika dipaksa di atas saya. Bapak saya sakit setelah stroke dan saya mesti sering berhubungan dengan saudara perempuan saya di Amerika Serikat. Saya menyadari bahwa Emailnya selalu mulai dengan 'Sunder'. Tidak pernah adalahnya dengan 'Mesra Sunder'. Jawabannya ke Email panjang dan berliku-liku saya sering pendek dan kadang-kadang berbunyi pun pendek dan kasar. Saya prihatin pada mulanya. Saya masih walaupun saya sudah terbiasa dengannya sedikit. Seperti setiap Email alat komunikasi datang diperlengkapi dengan bahaya untuk merusak hubungan kami pun yang paling intim selama-lamanya.
Mulanya, ketika kami memulai hubungan kami dengan Email, sangat hebat. Kami berdebar. Email membawa tiap orang lebih dekat, membuat persahabatan baru dan malah yang sudah ada yang diperkuat. Itu sebelum kami memerlukan tiga minggu untuk menjawab Email dari seorang teman yang mengharapkan kedatangan jawaban pagi itu. Itu di hadapan banyak tamatan sekolah kami menemukan kami untuk menghubungkan di seluruh lagi. Itu sebelum kami tersadar bahwa bahwa Email mempunyai setnya sendiri peraturan: kami mengetahui bahwa Email adalah misteri yang ditemukan ke luar jalan keras oleh pemakai. Kemungkinan untuk menyinggung dan tersinggung selalu dianggap penting di balik anda. Tidak ada Mr Perfect untuk menerangkan sikap Email anda.
Karena Email membuatnya mungkin mendapat jawaban segera, kami selalu mengharapkan kedatangan sesuatu. Email memperluas kesunyian, memaksanya pergi lebih cepat. Sebulan di waktu Email merasa seperti dua puluh tahun. Anda dengan selamat bisa menunggu dua bulan untuk menjawab surat atau sedikit hari untuk membalas menilpon telepon. Tetapi dengan Email anda permintaan jawaban sekarang juga. Ironi menyedihkan ialah jika kalau anda adalah yang memerlukan tiga minggu untuk menjawab Email - tidak ada masalah lalu. Hanya kalau orang di akhir yang lain lalai menjawab Email anda dalam jam-jam bahwa anda menaikkan tekanan anda. Lagi, yang ingin seorang teman Email yang berlangsung dan di untuk halaman? Dan yang menjawabmu sendiri lisan diarrhea di atas kertas dengan hanya sederhana ya?
Email sopan termasuk dan sebaiknya memasukkan beberapa pertanyaan jika kita semua mempunyai cara kami. "Apa kabar?" , "Bagaimana adalah Vinny hari ini?" , "anda melakukan kali ini Apa untuk Diwali?" . Jika teman atau keluarga anda lalai menanggapi pertanyaan seperti itu, anda bertanya-tanya jika dia atau sudah bacanya sebetulnya keras-keras pesan anda. Tetapi bagian menyedihkan adalah bahwa anda paling tidak tak berkepentingan terhadap Diwali teman anda. Ini adalah misteri Email khas, anda menanya jawabannya kepada pertanyaan anda benar-benar tidak ingin. Anda kemudian tersinggung kalau pertanyaanmu sendiri dibiarkan diabaikan.
Sewaktu bagi saudara perempuan saya, dengan 'Mesra' nampak agak tua diciptakan di atas Jala. Tetapi kalau kami menghilangkan salam membuka kedengarannya seperti mengambil telepon dan terus berbicara tanpa mengatakan 'Salam' mulai. Lagi, menandatangani lepas dari Email tanpa yang biasa dengan 'tulus' atau 'setia' seperti meletakkan telepon tanpa malah sampai jumpa.
The confusion of it all makes you want to long for the days when 'Jane Austen' wrote her 'Pride and Prejudice' with her feather pen and inkpot.