Perjalanan kami ke Mesir sudah adalah pengalaman waktu jiwa. Sepertinya sesuatu sudah diangkut punggung pada waktunya ke lima ribu B.C. Their sejarah adalah sebagian mereka sangat keberadaan. Piramida luar biasa dan sphinx, cerita pharaohs, Nil Biru yang indah, candi menakjubkan membangun xPP. That’s Mesir yang mana adalah semua tentang.
Perkenankan saya mulai dari permulaan tur. Kami mulai dari Delhi oleh Kuwait lin udara yang berarti bahwa kami mesti melewatkan sedikit jam di Kuwait pelabuhan udara. Satu kali kami lari dari Kuwait kami sedang pergi ke atas gurun. Apa pemandangan unik itu ialah. Mil-mil dan mil-mil tanah kosong di bawah kami dengan tak ada hidup, tidak meratakan bilah rumput. Seperti itu adalah gurun Sinai. Dari tiga puluh ribu kaki diatas permukaan laut bukit pasir kelihatannya seperti bentuk belaka atas hamparan banyak gurun. Ada sedikit bukit di sini dan di sana tetapi tak ada tumbuh-tumbuhan hijau. Lalu tiba-tiba ada air biru teluk ini aqaba. Segera kami mendarat di pelabuhan udara Kairo. Sejuk angin sepoi-sepoi menyambut kami tetapi ada hampir tidak tumbuh-tumbuhan hijau yang mana pun.
Berikutnya hari adalah kunjungan ke Piramida terkenal dan sphinx. Kecemerlangan belaka struktur meninggalkan anda mengeja terkait. Sulit mengerti bagaimana mereka bisa membangun gedung sangat besar seperti itu di waktu kuno itu ketika tidak ada mesin. Burung bangau atau buldoser! It’s sungguh-sungguh luar biasa. Malam harinya ada pameran baik dan ringan ini di Piramida yang mempunyai dampak kuat seperti itu pada kami bahwa selama beberapa waktu kami lupa di mana kami menjadi dan menjadi sebagian era luar biasa itu.
Berikutnya adalah pelayaran di Nil. ‘The Nile’, Nil Biru yang indah. Air memang betul-betul biru. Ikat pinggang hijau sepanjang Nil adalah tempat kelahiran peradaban manusiawi. Ini ialah di mana laki-laki belajar melakukan bertani, membuatkan kertas lontar yang malah hari ini bertahan fakta sejarah. Ada begitu banyak tumbuh-tumbuhan hijau di seluruh sungai yang satu itu melupakan gurun untuk sedangkan.
Selama pelayaran kami berhenti lebih untuk melihat candi King Remses II dan dewi Isis. Yang ini lagi adalah keajaiban pembuatan hari-hari itu. Tetapi di sini kami harus menyaksikan keajaiban hari ini juga. Ketika bendungan terkenal Aswan dibangun dua candi ini sedang berendam di perairan. Oleh sebab itu Pemerintah Mesir dengan pertolongan PBB berhasil mengangkut candi ke lebih tinggi tumbuk – papan dengan lemping, batu dengan batu. It’s prestasi luar biasa waktu modern. Melihat mereka tidak pernah dapat duga sesuatu bahwa mereka sudah didirikan lagi.
Tur Mesir tidak tuntas dengan tidak kunjungan kepada Alexandria, kota dibangun oleh terkenal Alexander the Great. Kota indah ini menyusuri Laut Mediterania. Perairan zamrud laut ini membuat anda kagum. It’s benar-benar dasyat. Perpustakaan yang paling modern dan sangat besar adalah rasa bangga kota ini. Di tembok luar perpustakaan ini ada kata yang diukir dari semua bahasa yang ada di dunia ini. Kami memahami kata bahasa Hindi, Gurumukhi, dan Telugu dll. Isn’t itu mempesonakan!
Then there is this Valley of the Kings. The most famous recent discovery of this place is the Mummy of King Tutankhamen. In those days as the kings were enthroned they built these huge tombs carved in the hills where after their death their bodies could be kept, preserved as mummies, along with their valuables. Not much is left of the treasure part of it as it has been stolen over a period of time, but the tombs are indeed beautiful from inside. Paintings and carvings are worth seeing.
Last but not the least was our stopover at Luxor, the shopper’s paradise.Even here we had some historical monuments. There was this Obelisk, made out of a single stone more than seventy meters high. One fails to understand how they ever erected it. The stone has been brought from hundreds of miles away! It’s really amazing.
Luxor gives you an opportunity to take back with you souvenirs of this most exotic land, paintings on papyrus paper, leather goods, hukkas of all sizes and what not.
Ever since I had read about Egypt in my childhood, it had fascinated me and for me a visit to the land of the pharaohs was like a dream come true.