Identity Crisis
Your source of Free Articles Sumber anda Artikel Cetakan Ulang dan Isi Bebas! Login
RUMAH Ajukan ARTIKEL KEUNTUNGAN SYARAT-SYARAT dan KONDISI PENULIS TERTINGGI

Temukan Artikel:
ArticlesGratuits.com, sumber anda Artikel Bebas tentang: Filsafat

Identity Crisis

Agama, Umat Manusia, Hindu, Musilim, Christian, Identias, Kegawatan, Ideological group,hypocrisy

Identity Crisis


Rama Kant Mishra

Mereka baik sedang berada di di samping meja kami; tua orang melihat untuk menjadi dinya sixties maupun yang lebih muda sudah mungkin di mid twenties. Tempat utuh berendam di lagu menakutkan Ghazals yang dinyanyikan oleh seniman yang tak dikenal di bar populer itu. Bar ini cum rumah makan terkenal untuk seperti itu kesenangan oleh kelas ekonomi orang yang tidak bisa memikul kemewahan hotel bintang itu. Kami bisa menjadi rata melihat beberapa muka orang asing, pria dan betina sama, dengan botol bir atau pasak wiski dan berayun atas musik. Permintaan untuk barang Ghazal menuang di beriringan dan seniman sedang mencoba membantu sama sekali orang.

Saya tidak adalah seorang pengunjung biasa di tempat ini, sebenarnya teman saya, yang sudah turun-menurun dari Duabi, tanya saya menemaninya. Orang di sini pada umumnya kelihatan sangat santai dan menikmati malam mereka. Bagi beberapa melihat untuk menjadi kegembiraan malam biasa; bagi beberapa kelihatannya menjadi waktu izin, dan bagi sedikit adalah kuburan untuk pemikiran yang tidak menyenangkan dan kenangan gelisah yang lalu. Orang di atas meja di samping kami didn’t melihat untuk menjadi teman baik atau teman. Pasak wiski, masih terus mengalir ke kacamata mereka, hampir tidak melakukan kata mereka kepada satu sama lain sewaktu saya melihat mereka satu kali di sedangkan. Percakapan mengatakan kebanyakan di ya atau no. Suddenly I menatap mata orang tua dan katanya secara sopan halo kepada saya, mengikui bahwa orang yang lebih muda juga nampak baik isyarat kepada kami. Kami mengatasi kecanggungan saat pertama berkenalan tak dikenal, nyata alkohol dalam kami main peranan utama dalam membuat kami di berbicara masa. Kita semua berhubungan untuk pujian dan penghargaan bagi seniman. Teman saya pergi langkah lebih lanjut dan menawarkan uang kehormatan kepada seniman itu.

Duo-duo ialah bapak dan anak lelaki. Saya mengetahui kecil nanti bahwa mereka sedang mencoba mengubur suatu kapak kayu, menilpon itu salah mengerti, dalam mengarahkan kompleks atau kegawatan identias. Seseluruh orang anak lelaki mendadak menangis, dan bapak terus menghiburnya. Saya tidak mempunyai petunjuk sebagai ke apa yang berlangsung. Bapak membaca tanda tanya di muka saya dan mulai menerangkan bahwa anak lelakinya tidak membingungkan dengan orang dan menara utama sendiri di kerang. Dan hari ini entah bagaimana bapak dapat dalam mengejarnya ke luar untuk minuman keras. Anak lelaki mengadu bahwa dia adalah orang Kristen dan bapaknya adalah orang Muslim.

Meskipun saya tinggi di alkohol, saya secara jelas bisa tahu bahwa agama tak hanya sudah menyerbu negara, masyarakat, dan rumah, nampak sudah memenuhi pikiran orang. Sudah bersilang rintangan seluruh dan sudah menerima pimpinan hubungan manusiawi yang sangat besar. Lain bagaimana seorang anak lelaki bisa mempunyai masalah bapaknya yang menjadi orang Muslim. Alkohol di dalam perut saya menjalankan dengan cepat dan pikir pikiran saya secara tak dapat dihentikan muka baik agama. Tetapi saya mendapat terjebak di satu titik berpikir entah kami diperuntukkan bagi agama atau agama diperuntukkan bagi kami.

So if my father has to be my father he has to follow the same religion what I follow. If a husband will be a husband who will follow the same religion his wife follows or vice versa. If two different religion people will decide to marry each other a question will be asked “What will be your son or daughter? Whether a Hindu, a Muslim, a Christian or a Budhhist?” But no one will ask you whether your children would be a human being or not. Will he carry the human values or not?

From the time immemorial religion was meant to guide human society to produce good human being. People have lived with it and without it. But there wasn’t a question posed before that we to be a human being has to follow a religion or before the birth of my child I have to announce my religion. For some of the people, who do not understand or precisely do not want to understand the true faces of religion and back lashes of repercussions, to them religion is identity. It does define the status in the society to be a part of the ideological group. These people are surely suffering from the identity crisis and so they name themselves a Hindu, or Christian or a Muslim. But to be a part of the true human society you need to be true human being and not a Hindu, a Muslim or a Christian. Be a good human being and carry good human values; shed off the coated cover of religion. To those who understand human values are above religious hypocrisy but to those who resist being a good human being always put a cover of religion for recognition. On the other hand religion never had such a magnetic power to pull faster towards itself. This is a great magnet what pulls the weaker faster, stronger can resist, but how long is the biggest question.

In today’s world, humanity is really at threat and it is being tried in all sphere of life. If you want to escape the grind, identify yourself as one of those who carry the identification of themselves by there typical name, attire and specific religious tag on their head. If you dare to challenge it, be ready to bear the cross. After all it is the question of identity crisis.
Published: 2006-12-18
Author: Rama Kant Mishra


Religion, Humanity, Hindu, Musilim, Christian, Identity, Crisis, Ideological group,hypocrisy
About the author or the publisher
I have done Masters in Fisheries Management and have written and published articles on Fisheries, Agriculture, Medical, Pharmaceutical, political, self Improvement and Career. Professionally working for an IT company as a Senior Technical Communicator. Love to write and publish and have worked as freelance writer, ghost writer and as special correspondent for print media. You may find me contributing on www.merinews.com and www.associatedcontent.com. You may reach me at mishraramakant@gmail.com

Source: ArticlesGratuits.com - Free Articles


Most popular articles from Philosophy category
Buy this article
Full Rights: 50.00
Free

Translate this article:

Article Categories
Arts and Entertainment Automotive Business Communication Computer and Internet Finance Health and Fitness Home and Family Legal News and Society Dating Divorce Economics Education Ethnicity Governments History Love People Philosophy Politics Relationships Religion Sexuality Sociology Pets and Animals Recreation and Sports Science Self Improvement Travel


Home | Submit an article | Benefits | Terms and Conditions | Top Writers | Contact-Us | Login

Copyright ArticlesGratuits.com - Free Reprint Articles
Website Design - Création de site Internet