Sudah satu tahun sejak saya pergi. Satu tahun sejak rasa bangga memegang hart saya, dan menjadi saya melihat apa wasn’t di sana; membuat saya buta ke apa ialah. Lapisan yang adalah kesombongan yang melinungi jantung saya akhirnya sudah mulai melunak, dan saya sekarang tersadar bahwa bahwa satu kesalahan gawat saya mungkin menghantui saya sampai akhir waktu. Ruji logam yang paling keras dan yang dari baja yang paling tajam menggigit ke dalam kata hati saya sewaktu saya mulai merasakan efek perbuatan saya yang paling gelap. Saya bertanya sendiri, saya melakukan apa? Apa di heaven’s nama memaksa saya melakukan satu hal ini begitu gelap dan tak masuk akal yang sekarang pun, sesudah satu tahun, berada mandi di sinar matahari emas yang paling terang, saya masih merasakan kegelapan yang menyelubungi saya? Anda tidak memainkan bagian di ini, walaupun saya memaksa anda kira begitu. Saya ngeri untuk mengingat sekarang bagaimana manipulatif dan membohongi saya sudah kembali lalu. Bagaimana tidak bersalah anda ialah, bagaimana anda memainkan sebelah kanan ke dalam perangkap saya, dan saya menangkap anda dinya. Bagaimana dengan mata terbelalak anda ialah; betul-betul ditangkap tak hati-hati. Dan lalu, bagaimana saya mengerti, dengan lambat, dengan kepuasan hati jahat, duduk perkaranya hilang dari mata anda, dan anda hilang dari saya selama-lamanya.
Saya mengubur anda di jantung saya, dan anda hilang di makam acak kenangan kami masing-masing mempunyai dan mencoba lupa. Saya senang lalu. Saya begitu sangat kuat pada waktu itu, dan anda begitu lemah. Anda sudah kehilangan pertempuran saya sudah merencanakan sejak semula, perang anda tidak pernah tahu datang.
Sinar matahari beriak-riak di jari saya. Jari ramping yang halus dan mudah rusak, yang membeluk dan membalai anda di pojok malam yang paling gelap. Jari yang mengenal anda, jari yang mencintai anda. Jari yang mengungkap di antara kami bahwa kami tahu terlarang, tetapi savoir buah-buahannya banyak yang dinikmati di antara kami. Saya mengingat muka anda. Siluet menyolok anda mandi di devil’s sinar bulan. Bingkai ramping anda memberi pujian menambang sewaktu kami melilitkan jiwa kami bersama pada kekekalan.
Anda sempurna, dan anda mencintai saya.
Saya belum pernah memberinya pikiran kedua sampai kini. Sejak kenangan sudah terdapat bergerak pelan-pelan punggung suka nightcrawlers dari kubur untuk menggoda dan menyiksa saya oleh sebab itu. Elemen bau busuk intisari anda itu melinungi saya dan mengingatkan saya pada perbuatan mengerikan saya tahu tidak ada punggung membalik ke.
Waktu. Adalah sesuatu kami masing-masing bekerja keras untuk menaklukkan, dan musim gugur yang menarik nafas pendek di proses. Saya sudah bisa membawa kembali anda, ketika anda masih sakit, seperti orang buta meraba-raba cara anda di kegelapan. Saya sudah bisa memegang tangan anda dan membawa anda ke pelukan saya. Anda sudah akan memaafkan semua lalu; anda sudah akan memastikannya perbuatan gila dan menguburnya. Begitu penuh ego adalah I. Now itu ialah saya bahwa ditemukan ingin. Anda sudah menemukan cara anda dari mimpi buruk; seperti itu adalah transit antara bidang dan kebangkitan tidur untuk ternyata aman di tempat tidur hangat. Adalah impian jelek bagaimanapun juga.
Oleh sebab itu anda sudah menemukan cara anda ke dalam matahari. Vanguards surga mengambil palka anda, kasihan pada muka anda, begitu seperti anak muda di penampilan, dan menghibur anda dengan yang dari linen yang paling baik. Anda sangat pilu mulanya, tetapi lalu, cinta pernah lagi mengembang di jantung anda, dan sama sekali kejahatan hal terlupakan. Kekasih sejati selalu lagi akan mencintai. Anda berhenti untuk teringat seluruh itu sudah melewati. Anda berhenti untuk mengingat perbuatan yang lalu. Anda berhenti untuk mengingat saya.
The sun is warm, but I feel not is love. I no longer deserve love, in any form. Lovers cross my pass, and I must lower my eyes. It is a dance I can no longer follow. The brook laughs and plays a happy tune, but I am not akin to its mirth. I am destined to follow a more lonely, desolate path. I am unseen by the world. Those that I hold dear to me will not see me in this state. I am better off a wraith of this world, for no other world will have me.
I look up into the sun and I can see you. You are looking down on me, but though my heart cries with joy at the thought of it, I know it in the deepest chasm of my heart; you cannot see me. You were blind to me the day they led you out of the forest, the day your heart was closed to all things evil. It is a futile thought, issuing from a heart that has beat in sorrow the day you closed your eyes on me.
A light breeze scatters leaves on the path, rearranging them as a random painter would splatters of acrylic on his canvas. It is beautiful to behold. You are, and have always been, beautiful to behold, even more so now. But we always crave for the unattainable. I cringe; what is now unattainable was once mine. I continue my journey to the ends of the earth. I want to fall of its edge. I am crying, but no one notices. The warmth of the air does not comfort me. It is time for me to move on. Heavy steps lead me onwards, outwards, to a realm unknown. I will brave it a solitary traveler, for I know, that of all the sadness there is in the world, none can compare with the misery that lies in my once human heart, of being dead to you, as you once were to me.