Hari ini, sangat sulit menemukan orang yang cinta dan rasa hormat sesepuh. Mengapa ini sudah terjadi? Cukup sederhana.
Orang abad modern ini sangat sibuk dengan karya mereka. Mereka bekerja dengan keras selama jam-jam lama untuk bekerja untuk mendapat uang. Beberapa dari mereka malah lupa peduli keluarga mereka. Oleh sebab itu, secara alami, tidak ada tempat bagi keluarga atau sesepuh lain mereka di hidup mereka. Tetapi mengapa don’t mereka menyadari bahwa it’s sesepuh itu yang menolong mereka untuk mencapai cita-cita mereka sampai sejauh ini?
Tetapi, sekarang, membiarkan saya mengatakan anda sesuatu tentang tinggal bersama sesepuh.
Saya tinggal bersama eyang saya selama dua sampai tiga tahun. Sangat keras bagi saya untuk pergi jauh dari orang-tua saya dan untuk tinggal bersama eyang. Untuk mengatakan kebenaran, sangat sukar diatur dengan mereka. Mengerjakan karya sebagai perintah mereka adalah salah satu hal utama yang mengganggu bagi saya. Saya sering dicelupkan ke dalam kesedihan ketika mereka melarang saya dari, televisi menonton pun. Tidak ada gagasan di muka saya daripada mulai menyesuaikan diri dengan mereka. Sekarang tahun-tahun sudah lewat, dan saya tinggal bersama orang-tua saya. Saya merasakan perbedaan. Biasanya, sulit bagi saya untuk menghindari menonton televisi dan untuk bekerja. Tetapi sekarang, saya dapat menguasai pikiran saya dan melakukan hal secara yakin. Ialah hanya karena, saya dapat menguasai keinginan dan emosi saya ketika saya tinggal dengan eyang saya.
Oleh sebab itu, hidup dengan tua tidak di seluruh yang menyesal. Akan sukar mulanya, tetapi it’s pasti bahwa kami mungkin memperkembangkan sendiri karena mereka
Kebanyakan, sesepuh sangat streng dan mereka ingin segalanya menjadi sempurna. Oleh karena itu, orang akan tak enak kalau mereka sedang tinggal dengan sesepuh. Tetapi pelajaran kami belajar dari sesepuh adalah selalu buah-buahan yang akan dengan kami selama waktu hidup kami.
Oleh karena itu membenci atau tak menghormati sesepuh tidak dapat dianjurkan.