Masanobu Fukuoka adalah seorang di antara petani alami yang revolusioner, yang menggunakan “no-till”, “do-nothing” metode bertani. Buku terkenalnya, keSatu Revolusi Sedotan, menerangkan metode ini. Dia belajar dari alam dan dapat memakai apa yang dipelajarinya di latihan bertaninya.
Dia sudah mengelola untuk mencapai mengherankan hasil dari sepotong kecil tanah di gunung Jepang. Masanobu Fukuoka sudah mencapai hasil yang lebih luar biasa dengan sedikit kerja dengan mengerti mikro-iklim.
Keempat asas penuntun yang dasar ialah:
1) tak ada pengolahan
2) tak ada pupuk kimia atau kompos siap
3) tak ada penyiangan
4) tak ada kepercayaan di atas bahan kimia.
Masanobu Fukuoka tidak pernah menggali tanah lebih. Dia hanya menambahkan pupuk hijau sedotan, yang merabuk tanah. Dengan begitu keseimbangan alami di tanah di tak mengganggu, membolehkan kesuburan produktivitas dan tanah yang lebih baik.
Bebek berlimpah-limpah di negeri di mana dia bekerja, dan mereka menolongnya dengan mengomposkan negeri dengan tahi mereka dan juga makanan “weeds”. Tidak ada persiapan kompos, segalanya dikomposkan pada bidang. Ini menghemat jumlah besar sekali tenaga, dan membolehkan semua gizi yang terbentuk di proses pembusukan digunakan. Fukuoka tidak pernah menambahkan buatan kimia atau pupuk sampai tanaman pangan-tanaman pangannya. Dia mempergunakan makan pupuk cair untuk mengairi bidang dan semangginya sebagai pupuk hijau untuk memperbaiki nitrogen.
Dia membuatkan butir bibit dengan gelinding bibit di tanah liat, dan membolehkan tanah liat mengeringkan sekitar masing-masing bibit. Baru saja sebelum tanaman pangan siap untuk panen, bibit untuk tanaman pangan berikutnya dibubarkan di bidang. Ini memberi bibit berkecambah perlindungan tanaman pangan dewasa.
Metode adalah sistem bertani yang alami sama sekali di keselarasan dengan alam. Dia menanamkan keanekaragaman tanaman pangan-tanaman pangan (polyculture), memasukkan padi, gandum, barli dan tempat sayur dan pohon buah-buahan. Dia tidak pernah memangkas pohon buah-buahan, dan sudah menemukan bahwa pohon menghasilkan lebih melimpah kalau mereka tak dipangkas.
Fukuoka mengadakan percobaan dinya sendiri selama banyak tahun, akhirnya dia mulai saling berbagi pengetahuan dan metodenya, dan banyak orang sudah belajar dengannya.
Dia mempunyai pemecahan sederhana, yang sebaiknya diperhitungkan kalau bertani.
Masanobu mengatakan, “Our tugas akan berlatih bertani dilakukan Tuhan cara. Itu bisa menjadi cara untuk penghematan permulaan dunia ini. ” (dari wawancara dengan Robert dan Diane Gilman)