Tak ada Hidup bagi seorang Anak
Saya dilahirkan di kota pedalaman kecil di tengah Cambridge/Norfolk Fens di mid 1940’s. Saya adalah anak keempat sebanyak lima tetapi teruntuk menjadi yang paling muda sebagai bayi, seorang anak laki-laki kecil meninggal pada umur sebanyak dua dengan kista pengoyakan di hatinya. Bapak saya pergi waktu saya ialah approx berumur tiga bulan dan mewariskan satu-satunya orang-tua di waktu pada ibu saya waktu hebat stigma diberikan kepada ‘One Parents Families’.
Semua tahun muda saya dan yang dipunyai saudara laki-laki dan saudara perempuan saya dilewatkan di kemiskinan, apa sedikit yang didapat dilakukan oleh sebab itu oleh pengerjaan ibu saya di bidang. Kami tinggal di daerah pertanian di waktu (baru saja sesudah World War Two) ketika industri dan kerja menjadi sedikit dan jauh di antara. Banyak hal masih persediaannya kurang, sebagai buku rangsum mempunyai tidak merindukan selesai. Bidang adalah satu-satunya cara keluarga-keluarga miskin bisa mendapat uang baik. Bukan-badan jadi kaya tetapi menaruh makanan di atas meja untuk baik sedikit bulan tahun.
Bidang Norfolk itu dan Cambridge shire masih begitu kuat di kenangan saya. Diangkat ke dalam yang belakang di antara mobil gerbong yang mengajak wanita keluar kepada bidang untuk bekerja. Semua jam dan semua usang, tidak ada menghentikan mereka. Menjadi yang paling muda dan tidak di sekolah saya mesti ikut dengan ibu saya sedangkan dia bekerja, jam sesudah jam, dari hari ke hari. Lalu ketika saya mulai sekolah itu ialah akhir pekan, meratakan dan seluruh sekolah berlibur, lalu keempat di antara kami akan pergi dan menolong ibu. Bidang Norfolk itu sebagai rumah kedua. How I mengingat berada di di jajaran bunga biakan yang dipetik bagi toko dan buket pengantin, ibu akan mengatakan kami.
Berbohong, secara berderet arbei, menangis di antara semak-semak buah frambus dan
Tidur child’s tidur di bawah pohon apel.
Bukan mummy’s ciuman, senyum ayah tidak bagi saya, tidak bagi kami, waktu adalah uang. Selasai Baru Saja entah di mana di sana sewaktu dia mengambil, menanam dan menabur. Kami datang dan pergi, seperti yang melakukan musim dan sebab karena di sana. Kira-kira satu memerlukan sepatu baru, kompor rusak atau mungkin tempat tidur tangan kedua.
Saudara perempuan saya dua lebih tua daripada saya dan bapak kami mempunyai panjang sejak ditinggalkan, dengan wanita lain kami diberi tahu. Dua orang saudara perempuan saya bekerja sebagai wanita sungguhpun menjadi rata tak bergerak di sekolah, mereka adalah hanya anak. Sedangkan saya menangis dengan panas atau dingin, bukan danau atau piknik berenang, bagi kami anak miskin, tak ada kesenangan di bidang, hanya kerja.
Saya bisa mengingat menunggu untuk diberi makan dan peduli untuk, berada dari hari ke hari di di bidang.
Sekolah memainkan bagian mereka yang mendukung kerja anak, liburan sekolah diatur untuk memuat musim dan halus berbuah itu perlu xVPpassive. Anak dari umur sebanyak 10 sedang bekerja enam hari seminggu selama liburan, that’s tentu saja jika mereka di sekolah di juara pertama. Ini seharusnya menaikkan parent’s peti simpanan dan bantuan anggota yang lebih muda suka pada sendiri. Hadiah dan tambang mereka sewaktu saya menjadi lebih tua, seharusnya dibajui dan memberi makan. Saya don’t mengingat banyak cinta atau rasa hormat, masih menghormati selalu dituntut kami kepada orang dewasa itu bahwa tak dihormati kami anak oleh sebab itu. Meskipun sedikit di antara mereka, karyawan bidang, sebagai saya ingatan melakukan sedikit untuk bekerja untuk mendapat rasa hormat. Foulness mulut dan pikiran mereka tidak untuk muda telinga that’s untuk pasti.
It was hard times with harder people, children exposed to morale-less men and women. The workers blamed us, shouted at us and their complaints were loud. Their abuse was constant and their tolerance was negligible. Anything that got damaged or stepped on was our fault.
Yes we were to blame for some, but we were children in a harsh world a
grown up environment, no place for young hearts and mind. We were only children mis-placed, ill used.
It is difficult to keep getting up when you feel all your life has been against you, don’t give up. The only thing all these years that has kept me going is my own personal success. To show them all, that now I am in charge of my life, it will improve. I refused to let them ruin the whole of my life and I was determined to make a better job than they did and I have!