POPs: Kenya terlambat atas rencana pelaksanaan
Your source of Free Articles Sumber anda Artikel Cetakan Ulang dan Isi Bebas! Login
RUMAH Ajukan ARTIKEL KEUNTUNGAN SYARAT-SYARAT dan KONDISI PENULIS TERTINGGI

Temukan Artikel:
ArticlesGratuits.com, sumber anda Artikel Bebas tentang: Pemerintah

POPs: Kenya terlambat atas rencana pelaksanaan

Partikel Organik yang membandel, rencana pelaksanaan, DDT

Kenya melancarkan rencana Pelaksanaan Nasionalnya tunduk pursuant ke Artikel 7 (B) Rapat Stockholm pada Partikel Organik yang Membandel minggu lalu.

Tetapi rencana terdapat terlambat empat bulan kalau sudah sebaiknya diajukan di markas besar Rapat di Stockholm. Malahan, negara sekarang mengatakan akan dilakukan ini pada Mei selama Konferensi Partai sampai Rapat pada Dakar, Senegal antara 30 April sampai 4 Mei.

Menurut rapat, Kenya sudah sebaiknya mengajukan GIGIT pada 23 Desember, 2006.

Malahan, pemerintah mempunyai baru saja dokumen. Tetapi Kenya tidak seorang diri di daerah. Di Afrika Timur, hanya Tanzania, Etiopia dan Burundi mempunyai.

Sesuai paragraf 1 Artikel 7 Rapat Stockholm, masing-masing Partai berkembang dan berusaha keras melaksanakan rencana untuk pelaksanaan kewajibannya di bawah Rapat dan meneruskan rencananya sampai Konferensi Partai dalam dua tahun tanggal di yang Rapat mengambil bagian dalam gaya untuknya.

Membiayai untuk negara yang memenuhi syarat untuk memperkembangkan rencana ini bisa dijumpai lewat Fasilitas Lingkungan Global.

Walaupun Kenya secara tak sengaja tidak menghasilkan furans dan dioksida, dua sembilan Pestisida Organik yang membandel yang terlarang di bawah Rapat Stockholm, masih, terbuka membakar pemborosan terus untuk menjamin bahwa ini POPs dipancarkan dalam lingkungan.

Untuk menolong mengekang ini, Sekretaris Permanen di Kementerian Lingkungan dan Sumber Alam, James Ole Kiyapi, pemerintah bermaksud memaksakan peraturan yang lebih kaku untuk berakhir membuka membakar pemborosan lewat rencana pelaksanaan nasional lima tahun menaksir untuk berharga Sh2.7 milyar dan diluncurkan minggu lalu.

”Open membakar tanah gersang adalah yang tunggal paling penting sumber dioxins di Kenya”, kata PS.

PS mengatakan bahwa semalam benteng yang lalu, pemerintah sudah meluncurkan peraturan nasional untuk mengelola produksi, mengangkut, bekerja dengan baik, dan membuang tanah gersang yang ditimbulkan di tingkat rumah tangga dan nasional.

Peraturan diharapkan di gaya pada 1 April.

Pemerintah bereaksi terhadap survai membawa ke luar di atas polutan organik yang membandel, mengarah dioxins dan furans, dikenali di tanah gersang terbuka yang membakar tempat.

Mereka dicurigai untuk menjadi seorang di antara sumber pencemaran udara yang paling besar dan dengan rasa hormat sebab utama penyakit pernafasan dan infeksi mata. Penyakit ini dikatakan oleh spesialis medis sebagai atas pertambahan.

GIGIT yang diluncurkan mencoba memperkenalkan Teknologi yang Yang Ada yang Terbaik (PEMUKUL) dan Latihan Lingkungan Terbaik (BEP) bagi sumber.

Dokumen khususnya akan menanggapi masalah biomass dibakar di rumah kediaman sebagian besar di daerah pedesaan di mana bahan bakar seharusnya menyebabkan timbulnya banyak polutan udara yang mengandung racun.

Menurut PS, khas dapur di rumah asrama memancarkan asap sampai 5,000Kg per meter kubik-meter kubik waktu mereka melarang biomass bahan bakar.

He said it is challenging to manage air pollution to protect human health and the environment.

The National Implementation Plan for Kenya pursuant to the Provisions of the Convention seeks to eliminate production and use of nine pesticides/ industrial chemical and two unintentionally produced POPs.

Priority areas for the NIP are capacity building, disposal of wastes, mobilizing financial resources, and development of policy and legal instruments to regulate POPs

Further, the NIP says that disposal of PCBs, the search for alternatives to DDT and awareness creation to the larger community was paramount.

The NIP suggests that there be introduction of best available technologies and best environmental practices as well as labeling of transformers containing 50 ppm PCBs be put in place.

The NIP will be supported by policy guidelines and regulatory requirements for all enterprises and entities that are subject to compulsory environmental audits and environmental impact assessments.

The implementation process will provide practical measures to facilitate an integrated national approach to the management of chemicals and wastes in all sectors of national development by supporting those institutions involved in the production, use, export and import of POPs as well as those involved in waste treatment, waste disposal and environmental monitoring.

The implementation of the NIP will be coordinated by the Ministry of Environment and Natural Resources with a coordination unit being established within the National Environment and Management Authority.

The government estimates one-time costs of eliminating stocks of obsolete pesticides and wastes contaminated with PCBs, which includes the disposal of wastes containing plastics that would otherwise be burnt in the open to be Sh720 million (USD10 million).

Kenya ratified the Stockholm Convention on Persistent Organic Pollutants on September 24, 2004.

The Stockholm Convention on POPs is a global agreement that came into effect on May 17, 2004 with the objective of protecting human health and the environment from POPs.
Published: 2007-04-16
Author: HENRY NEONDO


Persistent Organic Particles, implementation plans, DDT
About the author or the publisher
Am a science journalist based in Nairobi, Kenya. I hold a post-grad diploma in journalism with a background in range management
www.africasciencenews.org

Source: ArticlesGratuits.com - Free Articles


Most popular articles from Governments category
Buy this article
Full Rights: 50.00
Free

Translate this article:

Article Categories
Arts and Entertainment Automotive Business Communication Computer and Internet Finance Health and Fitness Home and Family Legal News and Society Dating Divorce Economics Education Ethnicity Governments History Love People Philosophy Politics Relationships Religion Sexuality Sociology Pets and Animals Recreation and Sports Science Self Improvement Travel


Home | Submit an article | Benefits | Terms and Conditions | Top Writers | Contact-Us | Login

Copyright ArticlesGratuits.com - Free Reprint Articles
Website Design - Création de site Internet