Asumsi yang dibuat di teori ilmu ekonomi sederhana ialah bahwa di situasi perusahaan pertandingan tidak sempurna akan 'keuntungan maximizers', bahwa ialah, mereka akan bermaksud membuatkan keuntungan yang paling tinggi situasi membolehkan. Pendekatan sederhana ke mencapai ini akan mengisi 'apa yang akan dipikul oleh pasar' — harga yang paling tinggi bahwa pelanggan disiapkan untuk membayar (walaupun sekali lagi kami mempunyai kesukaran bahwa di banyak situasi harga akan mempengaruhi kuantitas menjual). Dalam prakteknya, tetapi, kebanyakan perusahaan kelihatannya agak membidik ke derajat memuaskan keuntungan — di bahasa ilmu ekonomi mereka ialah 'satisficers'. Derajat memuaskan apa keuntungan?
Secara jelas tidak cukup membidik secara murni ke jumlah yang paling luar biasa total keuntungan, bagaimanapun juga semua dari pertimbangan lain. Misalnya, mengira perusahaan dengan $10.000 yang diinvestasikan dalam bentuknya mendapat keuntungan sebesar $2.000. Lalu mengira bahwa keuntungan bisa ditambah dengan $200 lagi setahun tetapi hanya dengan memakai modal lebih lanjut sebesar $10.000. Secara jelas, ini tidak akan menjadi penggunaan baik sebesar $10.000 lagi yang akan mendapat lebih banyak di bank.
Kami mesti melihat lalu di maximization persentase keuntungan di kerabat ke ibu kota dipakai di perusahaan (biasanya diserahkan ke seperti yang 'kembali atas modal mempekerjakan'). Ada keruwetan kecil, sejak modal mempekerjakan bisa diperhitungkan di sejumlah cara berbeda, tetapi hanya asas perlu mengenai kami di sini.
Perusahaan bisa mengental sebagai tujuannya kepulangan sebanyak 10 persen, 20 persen atau yang mana pun di ibu kota dipekerjakan di perusahaan. Patah tulang-malah mendekati bisa dipakai untuk mendirikan apakah proyek yang diberi mungkin mencapai hasil ini dan, jika tidak, proyek tidak akan dibahas.