Sigmund Freud - Satu-satunya Ilmuwan di Bidang Psikologi
Ini adalah 150th Birth Anniversary tahun Sigmund Freud. Dia adalah yang pertama dan satu-satunya ilmuwan di bidang psikologi. Setelah dia banyak psikiater dan ahli psikoanalisis sudah datang. Tetapi tak satu pun bisa mengantarkan tempat masuk ke Aula Kemasyuran Ilmuwan. Di bidang ilmu fisika ada dunia ilmuwan terkenal suka pada Sir Isaac Newton, Albert Einstein dan beberapa lagi. Demikian juga, di cabang pengetahuan dan ilmu pengetahuan lain juga tidak ada kekurangan nama baik. Di ilmu pengetahuan manusia pikiran ada Sigmund Freud dan tak satu pun kalau tidak. Manusia sangat berhutang kepada Alexander Fleming karena menciptakan penisilin, obat keajaiban karena mengobati infeksi bakteri. Untuk pikiran sakit ada Sigmund Freud dan manusia ialah lebih banyak lagi berhutang kepadanya. Soal berbeda bahwa manusia baik sudah mengertinya sangat sedikit atau betul-betul salah dimengerti dia.
Pendapat biasa mengenai Sigmund Freud dan sumbangannya sampai ilmu pengetahuan psikologi bisa diringkaskan di satu kata – seks. Tidak bisa ada gagasan yang lebih salah. Pasti, Sigmund Freud’s sumbangan dalam mengerti seks dan seksual hubungan ialah garis edar pecah. Di proses dia membebaskan umat manusia dari kesalahan kompleks. Jika tidak karena yang lain, dengan sederhana bagi manusia ini sebaiknya berterima kasih kepadanya. Tetapi penelitian Freud’s pergi banyak lebih lebar dan lebih dalam. Dia menjelajahi bidang gelap dan kelabu manusia pikiran. Dengan ironis dia tidak pernah mempunyai prasangka gagasan bahwa dia kapan-kapan akan memasuki bidang di yang dia menjadi seorang tuan yang tak dibantahkan.
Sigmund Freud adalah seorang tamatan medis dan seorang dokter berpraktek. Spesialisasinya tidak adalah psikiatri pada waktu itu. Kasus khusus teman dan pembimbingnya membuat bunga di psikoanalisis dinya. Tetapi, itu tidak penting di sini. Kesimpulan pertamanya tentang histeria pria. Pria egois berpikir bahwa histeria adalah penyakit jiwa wanita secara eksklusif. Dokter luar biasa pun tidak adalah kekecualian. Sangat nama ‘hysteria’ mempunyai asalnya di kata Yunani ‘uster’ bermaksud kandungan. Dokter berpikir bahwa ganti di posisi kandungan membuat wanita secara emosional tidak stabil dan sangat kondisi emosional gangguan dan kehilangan keseimbangan mengharukan diakibatkan oleh itu. Tetapi Sigmund Freud merasa suatu hal baru dan mengejutkan. Dia mengetahui bahwa histeria adalah kondisi jiwa bukan hanya wanita tetapi juga laki-laki. Hubungannya dengan Dr Charcot, seorang dokter terkenal Perancis di Paris, menegaskan kesimpulannya tentang histeria pria. Ketika dia memberikan suratnya atas histeria pria di Wina, lalu kedokteran modal Eropa, himpunan medis yang seluruh menolaknya. Sekarang seorang anak laki-laki sekolah pun tahu mereka salah.
Sigmund Freud bisa menyelidiki dalam ke dalam pikiran manusiawi dengan menghipnotis pasiennya. Manusia pikiran bisa terbagi ke dalam dua bagian: ‘conscious’ dan ‘subconscious’. Jika pikiran bawah sadar bisa dibandingkan dengan gua gelap penuh rahasia, pikiran sadar seperti pintu masuk gua, sebagian sangat kecil gua. Manusia sendiri tidak mengetahui rahasia pikiran bawah sadarnya. Oleh hipnotisme, Sigmund Freud bisa mengeluarkan, lewat kata pasien sendiri, masalah yang bersembunyi di seberang sana yang memaksa mereka bertingkah laku baik di cara abnormal.
Like a true scientist, Sigmund Freud was truly objective. He took down his observations while treating his patients very meticulously and studied those deeply and brought out epoch making works on psychology. Though he showed humanity that sex is a very natural biological impulse that can come between two opposite sexual beings irrespective of their social relationship, (remember Oedipus Complex?), he never meant to be licentious in sexual behaviour. He lived for more than ninety years and remained loyal to his wife throughout his life time. Freudian theory of sex never justifies debauchery.
Sigmund Freud was the first man who tried to and did give a scientific foundation to the study of human mind. And his works are to be studied, as one studies any branch of science, objectively and with a scientific mind. That is the tribute we can pay to Sigmund Freud in his 150th Birth Anniversary.
RAVI