Istana sudah mengabad berdiri tegak
Sorrounded oleh Himalayas dan lautan
Seorang jiwa yang Tertutup Rapat berlama-lama sekitar
Dengan kelip harapan di matanya
Dia sudah adalah sumber
Kekayaan global kebijaksanaan
Angin yang tak suci gagal untuk melanggar ketenangannya
Oleh karena itu dia diejek segila wanita
Cincin keemasan dinya kusut earlobes
Bersinar di saksi sampai masa lalu makmur
Mata kering dengan dukacita & penipuan
Lembu yang dikira kepada penjagal daging
Satu kali terpikat dengan impian kebangkitan
Dia ragained masa muda hilangnya di sembilan belas-fourty-tujuh
Sesudah dia digigit di samping gigi hidup dari payudaranya
Kelima puluh sembilan tahun menambahkan satu lagi keriput ke mukanya
…Spring lupa untuk memperlihatkan-ke atas di ambang pintunya lagi