Saya mendapat kesan bahwa tiap orang dewasa ini terlalu mementingkan diri sendiri dan lebih suka kekayaan lahiriah, mempunyai seluruh uang untuk membayari yang terbaik childcare dan hadiah yang paling mahal. Sometimes I memandang ibu yang mendorong kereta dorong di pasar swalayan dan angkasa pengambilan mainan di atas lebih banyak angkasa daripada yang sebenarnya grocery berbelanja. Pertanyaan is apakah kami melakukan hal benar dengan mengairi kesayangan kami dengan semua mainan yang paling terakhir?
Let’s muka itu, mainan dapur mahal tak hanya pergi ke ongkos karcis di atas sebagian besar angkasa di pembuatan rumah anda itu sulit bagi anda untuk bergerak tetapi tentu tidak akan berjanji child’s imajinasi. It’s hanya dapur dan lain kali anak anda akan ingin anda menyuapnya atau dia kantor pos, toko, rumah sakit atau pompa bensin. Meja sederhana, imajinasi dan sedikit waktu dari seseorang rela menjadi seorang pelanggan atau pasien sama sekali di sana akan itu bagi seorang anak untuk menikmati jam-jam dan jam-jam kesenangan imaginatif. Anak mengetahui dengan begitu tentang tugas dia atau dia nanti akan mengambil di di hidup.
Peraturan ‘less ialah more’ benar-benar benar kalau sadar kembali memilih mainan bagi anak muda. Di today’s anak masyarakat mendapat sebegitu banyak mainan sebegitu banyak yang tetap tak dibuka di lemari mereka dan seterusnya mereka ditabur di seluruh rumah, jatuh dari rak dan lurus jauh dari-menaruh sewaktu anak tidak mengetahui apa yang pilih terlebih dulu. Beberapa orang-tua memakai kamar utuh pun agar menyimpan mainan yang mengingatkan bagian lain toko mainan daripada kamar tidur.
Anak tak hanya menerima hadiah dari keluarga mereka tetapi juga dari teman mereka kalau mereka mengundang mereka kepada partai hari ulang tahun mereka. Sering kelas utuh bisa diundang ke disco partai dan anak tiba-tiba bisa diserbu dengan 30 atau semakin banyak mainan yang tidak tahu cukup apa mengenai mereka semua. Setelah kegemparan membuka semua hadiah ada hanya sangat sedikit yang akan disukai atau dipakai oleh anak.
Sayangnya anak tidak menghargai semua hadiah baik ini; mereka seharusnya tidak menyalahkan jika ada sebegitu banyak. Mungkin gagasan baik berbicara dengan anak tentang bagaimana mujur mereka sedang menerangkan bahwa banyak anak di dunia sedang berkembang tidak mempunyai kemewahan mainan yang mana pun. Bisa sulit bagi anak laki-laki dan gadis ini yang hidup di kemewahan untuk membayangkan apa yang hidup akan seperti jika mereka tidak mempunyai mainan, tetapi cerita mengenai anak dari negara dunia ketiga bisa menolong. Mereka akan dapat melihat ketidakseimbangan di kekayaan dan mungkin bisa memutuskan mengirim beberapa mainan mereka kepada sedikit anak untung pada Natal atau menyebarkan mereka kepada toko amal.
Mungkin lain kali anda sedang berbelanja dan sedang mendapat gaya-pegas mainan lain itu pikiran.
1.How banyak mainan mirip melakukan anda sudah mempunyai di rumah bahwa anak anda benar-benar tidak menggunakan?
2. Do you really have enough space for the new toy?
3. Are you only buying this toy because your child insists and because everybody else has it? Then teach him or her to learn to accept no. Your authority is important and will pay off especially as your child gets older.
4. Instead think what you could do with your child to make him or her happy; buying expensive toys for your children does not replace quality time with parents.
5. If you really think your child needs a new toy think of something educational or a game that your child will enjoy playing with siblings or parents.
6. If you want to avoid tantrums in a shop do not take your child with you shopping.