Selasai tiga tahun sejak gereja memprotes pada buku kode Davinci dan film yang berdasarkan isi buku. Gereja Katolik di frontline di perjuangan pada buku ini ini memprotes di samping timbal gereja sampai membubarkan distribusi buku dan film di seluruh dunia. Kebanyakan dari kami belum mendengar banyak mengenai buku dan film karena distribusi hadn’t mencapai bagian-bagian dunia bahwa kami hidup di meskipun desas-desus mempunyai mencapai telinga kami dan kami sudah mendengar sedikit tentang itu lewat pers. Suka di Kenya, buku hanya sudah sampai di ibu kota, Nairobi dan sedikit kota lain ketika dengan tiba-tiba terlarang dan tiap-tiap tiruan buku dan film kemudian dikumpul dan diterima kembali ke yang berwewenang yang dikenai dengan seperti itu hal .So, hanya sangat sedikit orang mujur menonton film atau membaca buku.
Sekarang, pertanyaan besar di sini ialah mengapa gereja dan yang berwewenang memutuskan menghentikan distribusi buku dan it’s film. Dengan tulus berkata perbuatan ini adalah yang sangat jelek dan undang-undang dasar dan lawmakers dari sekitar dunia mesti melakukan sesuatu untuk menghemat kami dari undang-undang ketinggalan jaman ini yang diciptakan yang tua. Someonehadperhapsspend fiveormore tahun-tahun waktunya yang berusaha untuk menggali ke dalam sejarah untuk menemukan yang benar dan sebenarnya di pembentukan mengenai zat, di kasus ini sejarah Yesus Kristus dan gereja, sekitar dua ribu dua puluh tahun yang lalu, uang dia bekas dan tenaga manusia dan lebih baik daripada seseorang mendapat informasi bahwa dia mencoba melewati kepada manusia, dia atau dia terus membantah karena tak tahu terhadap someone’s bekerja, namun dia melakukan penelitiannya dan mencatat kesimpulannya untuk lain-lainnya kami untuk tahu lewat rekor mereka apa yang ditahui oleh mereka dan seseorang menolaknya kesempatan untuk mencapai apa yang dimaksudkannya ,that isn’t perbuatan baik di semua .What dilakukan dunia ini wasn’t baik dan kami berhutang permintaan maaf kepada pakar yang terlibat dan kompensasi malah dan kami harus membiarkan dia dan siapa pun mereka sudah mungkin bekerja bersama untuk berlangsung dengan apa sedang melakukan.
Hal sama hampir terjadi kepada Salmon Rushdie ketika dia menerbitkan bukunya, bait yang Berbau Setan. Agama Islam hampir merintangi jalannya dari saling berbagi kesimpulannya tentang agama dan segalanya yang diketahuinya tentang agama secara umum dengan dunia ini. Mereka malah mencarinya mengancam untuk membunuh him,.
Pertanyaan ialah, bubar seniman, atau arkeolog atau yang mana pun lain kinds pakar menjalankan jawaban benar atas yang usaha di situasi seperti itu.
Apa kami melakukan tidak baik dan kami harus memperbaiki undang-undang dasar kami agar mereka pas dengan waktu Sesudah seorang pakar sudah menggunakan begitu banyaknya atau sumber penghasilannya, tidak baik hanya membuang-buang karya mereka tepat seperti itu atau karena yang kepercayaan. Anda tidak pernah dapat terlalu yakin karena, barangkali orang-tua depan kami membuat kesalahan selama waktu mereka dan jika seseorang di antara kami mengetahui kebenaran atau tersandung di sebelah kanan informasi tentang soal kami sebaiknya tidak membuatnya sulit baginya atau dia untuk membawanya di hadapan kami, malahan, kami sebaiknya meratakan pertolongan dia untuk hati-hati, kami sebaiknya memeluknya atau dia dan karyanya, membiarkan kami tidak menolak satu sama lain kesempatan untuk mengekspresikan dirinya, adalah tanda keterbelakangan. Malahan, kami seharusnya berbunyi atau menonton atau melakukan yang mana pun bahwa kami bisa tentang ini bekerja dan lalu pergi dan menyelidiki tentang soal untuk mengetahui kebenaran nyata tentang itu atau menemukan ke luar sekitar yang mana pun mungkin berlangsung di dunia ini.
There are historians, theologians, psychologist, archeologist and the rest of them who would have been given the assignment to go and do research and find out about the writers or artists or whatever kind of experts the owner of the works might have been and the to enlighten this world about the matter. Stopping their works completely is an injustice and we ought to mend it as fast as possible. Gone are the days when people or rulers treated other people like animals who didn’t have the five common senses.
It wasn’t a mad man or woman who did it, it was an expert of some kind who did it and we owe him his respect for everything that he did.
So, the banning of an authors works or any kind of artists works shouldn’t be a solution for defending ones self against the contents of the works. They ought to let the people decide for themselves who to follow and who not to follow, every has reasoning ability and it wasn’t phonographic literature, it was spiritual and holy matters concerning the church and it’s history and the people who were involved in the making of the same history that we go on basing our beliefs and arguments on and using it as reference in our every day lives.
Let us not deny this kinds of experts the chance do their thing the way that they are supposed to be doing it .Let us be going to find out the truth about what they do or say by researching on it and the straightening out wherever they might have gone wrong. This is the best solution .So, let us have all the works that we might have banned in the past in this world passed to the people so that they can know or share whatever the experiences the producers of the works might have gone through then the experts of this worlds governments will go and do
Research and correct wherever we might have gone wrong .SO, let the book an its’ movie.