Setiap perusahaan mesti membuat keputusan mengenai produk itu menjual – berapa produk, macam yang mana, di tingkat harga yang mana, cocok untuk pasar yang mana. Keputusan ini akan mempunyai pengaruh dalam atas keberhasilan atau kegagalan jangka panjang perusahaan. Mereka mesti dibawa di kerabat sampai penggunaan terbaik perusahaan 's keuangan dan sumber penghasilan tenaga manusia, jenis kesempatan pasar yang ada, iklim ekonomi, situasi teknologi berganti, dan aktivitas saingan.
H. I. Ansoffl sudah menegaskan empat strategi pasar produk utama bagi perusahaan yang meminta bisnis bertambah:
1. Penetrasi pasar. Perusahaan meminta penjualan bertambah untuk produk sekarangnya di pasar sekarangnya lewat kenaikan pangkat dan distribusi lebih agresif;
2. Perkembangan pasar. Perusahaan meminta penjualan bertambah dengan mengambil produk sekarangnya ke dalam pasar baru;
3. Perkembangan produk. Perusahaan meminta penjualan bertambah dengan memperkembangkan produk yang diperbaiki untuk pasar sekarangnya;
4. Diversifikasi. Perusahaan meminta penjualan bertambah dengan memperkembangkan produk baru untuk pasar baru.
Produk adalah apa?
Tidak adalah produk sebagai itu seperti itu pelanggan berkepentingan di, tetapi apa akan dilakukan bagi mereka. Apa yang dibeli oleh pelanggan adalah seset kepuasan hati, dan kepuasan hati itu adalah produk. Produk harus diperkembangkan tidak secara murni di syarat-syarat teknik atau teknik, tetapi di syarat-syarat pola, pemberian, membungkus, mengecap-tamsilan dan semua sifat yang, bersama, memberi pelanggan kepuasan hati dia membayar untuk. Sebuah kotak coklat yang bermutu tinggi, parfum mahal, atau sehelai kemeja cara, tidak bisa diceraikan dari kemasannya, pemberiannya dan suasana dibuat sekitarnya oleh periklanan dan bentuk lain memperlihatkan. Semua hal ini bersama membuat di atas produk.
'Produk' kata dipakai di sini sebagai sepotong steno mudah. Tidak dipergunakan untuk bermaksud hanya 'hal' nyata, tetapi memasukkan servis (intangibles) sama baiknya dengan hal yang bisa tersentuh dan dilihat dan berasa. Dengan begitu, hairdressing, mobil menyewa atau industri jawa konsultasi perusahaan adalah sebanyak produk sebagai sebuah mesin cuci atau jari ikan. Bank dan perusahaan asuransi, misalnya, menawarkan tingkat nada produk, seperti siasat pensiun atau rekening bank mahasiswa yang teramat disesuaikan, mendesain untuk memenuhi kebutuhan kelompok-kelompok khas pelanggan. Profesor Kotler menegaskan produk sebagai 'berkas fisik, industri jawa, dan detail simbolik yang diharapkan menghasilkan kepuasan hati atau keuntungan kepada pembeli.'
Produk sering diserahkan ke di bawah ketiga kategori utama durables, consumables, dan servis.
A. Durables
Barang-barang nyata yang bekas berlipat-lipat periode lama ialah durables. Mobil, peralatan domestik, perlengkapan stereophonik, dan kamera sama sekali akan menyesuaikan diri dengan kategori ini.
B. Consumables (or non-durables)
These are goods normally consumed over a short period. Foodstuffs are typical examples, as are drinks, tobacco and confectionery; but also stationery items, heating oil, sewing cotton and many other goods are consumables.
C. Services (intangible products)
Services comprise intangible 'activities', benefits or satisfactions offered for sale. Insurance, travel, and entertainment are typical examples.
D. Further Classification (industrial purchases)
We also distinguish between consumer products bought for the use of the purchaser and his family, and industrial products bought for use by an organization. Sometimes, the goods can be the same ones used in a different situation (ball-pens, chairs, light bulbs, are random examples of goods with consumer and industrial uses). We can go on further to distinguish between industrial durables (machinery and equipment) and industrial consumables (such as raw materials, stationery, fuel).