Tragedi melanda umat manusia lagi
Hampir sudah tujuh tahun sejak dunia utuh terakhir menyaksikan 911 serangan teror pada Amerika Serikat. Waktu orang kelihatannya hampir saja untuk melepaskan luka dan lambat laun sembuh dari mengakibatkan yang sudah dihasilkan oleh agresi bencana besar, ini inhuman bencana tiba-tiba menimpa Tibet dan penduduknya yang tidak berdosa serta sama sekali orang Cina di seluruh dunia.
Sebelum 14 Maret, tidak ada pertanda yang mana pun menuduh bahwa pembantaian masal sebetulnya di jalan untuk membunyikan Tibet. Pengecer yang melakukan bisnis, lama berkhotbah, anak yang pergi ke sekolah, segalanya nampak benar-benar biasa sampai membakar, membunuh, perampokan dan menangkap kerumunan orang-kerumunan orang Lama tiba-tiba terjadi. Minggu Pingjiang, seorang pedagang eceran yang sudah mengelola toko hiasan Tibet erenow dekat Xiaozhao Temple di Tibet secara brutal ditebang di dahan oleh sekomplotan pencoleng Tibet ketika dia hanya keluar dari toko barang-barang perhiasannya sebiasa. Mr Sun ialah hanya se- saja ribu korban yang tidak berdosa yang sudah diserang untuk tak ada sebab oleh perusuh Lama yang akhirnya ternyata sudah dikobarkan oleh Dalai Lama yang selalu sudah mencoba membagi Cina dengan meminta kemerdekaan Tibet.
Sikap dan jawaban berbeda dari negara berbeda
Baik orang kedua bangsa sudah mengalami kemalangan mirip di itu mereka ditiadakan bagi jiwa mereka, rumah mereka maupun martabat nasional mereka. Tetapi, orang Cina pasti sedang menderita lebih banyak, karena kerusuhan terjadi di Tibet lebih merusak lagi daripada 911 insiden karena kami sedang bersiap untuk Pertandingan Olympiade 2008. Meskipun ada fakta bahwa banyak negara asing sudah menunjukkan simpati dalam kepada korban dan kemarahan luar biasa kami kepada perusuh bengis, ada beberapa negara seperti Kerajaan Inggris, Jerman, dan Perancis yang di depan umum ditempatkan rapat dengan Cina dengan membiayai Dalai Lama. Mengapa negara ini akan mengambil risik menjadi bermusuhan dengan Cina, karena secara luas disadari bahwa Dalai Lama adalah bukan hanya bilangan agama, tetapi juga waktu panjang politik mengasingkan yang dilibatkan di aktivitas bermaksud untuk membelah tanah air dan menyabot persatuan nasional?
Bayangan atas sikap pecah dan China’s sekarang ekonomi situasi
Terbukti dengan sendirinya keselarasan berjanji itu di hubungan di antara partai politik, di antara kelompok-kelompok etnik, antara agama, antara lapisan sosial, dan di antara saudara sebangsa kami di rumah dan di luar negeri sandiwara irreplaceable tugas dalam meningkatkan persatuan dan menyatukan kekuatan bangsa kami. Tetapi, ekonomi sesangat penting faktor entah bagaimana diabaikan. Kami perlu mengambil jalan menuju menyeluruh sampai pertanyaan di atas dan memberikan arti luar biasa ke nasional ekonomi. Baik Tibet maupun Pertandingan Olympiade adalah alasan saja untuk negara Eropa untuk menekan China’s yang berkembang pesat ekonomi.
For example, the devaluation of American dollar led to the relative appreciation of Renminbi, which consequently caused higher costs of export products of China. What was worse, many Chinese exporters became less competitive and failed to survive in the severe impact on the nation’s export trade.
Therefore, economy is fatally influencing China’s stability and the attitudes other countries take towards it. If we really want to keep our motherland safe and sound, to make it strong enough to withstand any unpredictable attack from both domestic reactionaries and abroad evil powers, first of all we have to enhance our own economic strength and support our home made goods and enterprises. This is excellently instanced by www.madeinchina.com, a perfect platform for Chinese export to develop smoothly with fewer obstacles through internet technology.
We believe that as long as our country is economically independent and strong, no one could ever split us.
www.madeinchina.com