Kepada kebanyakan orang yang sudah sadar kembali mengerti Leonardo da Vinci, dia mewujudkan seluruh itu artistik, memasukkan kerjanya yang paling terkenal, Mona Lisa.
Dipikul di 1452 sebagai seorang anak lelaki yang tak sah, Leonardo adalah seorang laki-laki yang memakai banyak topi: Dia adalah seorang ilmuwan, matematikus, insinyur, penemu, pakar anatomi, pelukis, pematung, arsitek, musisi, dan penulis.
Seperti itu ialahnya mencelupkan bakat, bahwa ke atas sampai baru-baru ini, kebanyakan orang menganggap Kafan Turin sebagai artefak benar-benar Yesus messiah. Bukti dan kontak baru pada kafan Turin sejak sudah menunjuk dengan artefak sebagai tak lebih dari kerja kepintaran Leonardo’s.
Leonardo: tinggal di pinggir
Leonardo hidup di waktu inquisition, dan diberi gaya hidupnya, sudah harus menjadi geniusnya yang mencegahnya dari ialah persecuted di samping gereja. Leonardo riang dan seorang vegetarian, ongkos yang bisa memberinya jabatan di adil.
Rupanya, Gereja Katolik mempunyai penggunaan baginya, dan yang tidak akan, mempertimbangkan pajangan-pajangan banyaknya bakat? Barangkali toleransi ini terhadap apa ialah menganggap hedonistic dan penjagaan yang ditolong yang jahat dia jauh dari pedang Inquisitor’s.
Hubungan Kaya Leonardo
Leonardo melayani seorang tuan rumah pelindung Renaisans kaya, termasuk Giuliano de Medici, anak lelaki-di-undang-undang Adipati Savoy.
Hubungan ini adalah yang sangat kuat, sewaktu mereka mempunyai pertalian dengan Gereja sangat kuat Katolik. Di 1492, atas permintaan Pope Innocent VIII, Rumah Savoy ditugaskan dengan membuat sehelai kafan, mungkin untuk menenangkan anggota saleh Gereja Katolik. Dengan Leonardo di bawah bekerja Rumah Savoy, Leonardo ditugaskan dengan membuat sehelai kafan, memakai ilmuwan yang mana hari ini menggambarkan sebagai "bentuk fotografi yang paling awal".
Legend of The Shroud
Menurut Katolik doktrin, sesudah Yesus menyalibkan, badannya dibungkus dengan sehelai kafan, sebelum dia naik ke surga. Tamsilan Yesus ianggap untuk sudah tercetak di atas kafan.
Ketidak-sesuaian Kafan
Selama banyak tahun, peneliti dan sarjana sudah menyangsikan keaslian Turin Shroud, karena banyak ketidak-sesuaian.
• The bilangan di atas kafan mempunyai bingkai sangat besar: 6'8 di muka, 6'10 ke belakang.
• The kepala, di kerabat ke badan, terlalu kecil. Apa lebih banyak, kepala tergusur ke atas.
• The muka terlalu tipis, dahi dan pihak muka nampak diperpendek, dan telinga tidak bisa dilihat.
• The sebelah kanan lengan terlalu panjang.
• There adalah lingkaran ringan di hidung.
• The belakang kepala lebih lebar daripada muka kepala.
• The luas tamsilan dioksidasi dan kekurangan air.
• The subject’s rambut bergantung di bahunya secara vertikal.
• The perasaan di muka bilangan terlalu tenang untuk kepunyaan seorang tawanan yang tersiksa.
Fotografi kuno di Kerja?
These inconsistencies indicate that the Shroud of Turin is most likely the work of a hoax. However, no painter could ever hope to pain the shroud in such a 3-D form. So, how did Leonardo did it?
It is likely that Leonardo used some form of ancient photography to imprint his very own image on the shroud. He would have invented some form of pinhole camera that would capture his image on the shroud, and using probably his blood, he added stains on the hands to indicate Jesus's nailed hands.
Leonardo da Vinci's Last Laugh?
When one looks at the shroud, one would not help notice that the figure had his hands covering his genitals, which is an oddity, since prisoners who were crucified usually had loin clothes around their waists.
This may be a sign of a cryptic joke, perhaps as a means for Leonardo to vent his frustrations against his employers, who may have used some form of coercion to force him to complete the work.