Kami tidak pernah tinggal di Our Desire: Hasrat Anak Yatim Lawan Keperluan Orang Lain
Banyak kami tidak pernah berpikir atau canât berbeda hasrat dan keperluan. Untuk banyak kami, dua fakultas ini adalah proses berbeda menamai dari hal atau situasi sama. Di kasus seseorang yang mau membeli mobil baru, handphone, komputer, misalnya, orang itu tidak pernah memikirkan perbedaan antara keperluan dan hasrat. Di filsafat nafsu, dua fakultas ini atau situasi ialah berbeda satu sama lain.
Filsafat nafsu menegaskan hasrat sebagai magnificient, wonderfull fakultas bahwa memungkinkan manusia untuk membuat sesuatu. Di samping ini wonderfull mempersiapkan, hasrat ditegaskan sebagai humanâs fakultas bahwa canât diramalkan dan tak dapat tersentuh oleh logika. Gilles Deleuze dan Felix Guattari nama ini tak meramalkan semengembara kondisi nafsu. Laki-laki yang melihat, merenungkan sesuatu, dan hidup di hasrat mengembara ini menamai skizo. Skizo tidak pernah memberinya atau self untuk menjadi prisoned oleh ideologi yang mana pun, aklamasi sosial, â-ismâ, atau self ketajaman. Dia atau dia hidup di hasratnya sendiri, tidak pernah kabur darinya/sendiri dari hasrat ini.
Tetapi, kita semua ingin sesuatu bahwa persis, dapat dimengerti, dan predicable. Berdasarkan ini assumsi, orang mau hidup dari kehidupan nyata, sesuatu persis, jelas, rasional, pasti. Untuk kehidupan nyata ini, orang harus kabur darinya/hasratnya. Di kata lain, hasrat mengembara harus prisoned sebagai âan anak yatim desireâ atau dibunuh. Lalu, segalanya rasional, pasti, secara jelas dari sosial lingkup âtatoedâ di personâs badan/hidup: teknologi, kebudayaan, aklamasi sosial, kindship lingkaran, ideologi, agama, cara hidup, adat, setiap hal. Setiap hal ialah hidup tanpa filteritation proses. Dengan begitu hidup, humanâs self ketajaman ditegaskan oleh aklamasi sosial. Keperluan adalah cara pintu untuk aklamasi sosial ini. Yang dominan peopleâs perlu (cara) ialah kata teguran untuk self ketajaman. Itâs berarti bahwa self ketajaman menegaskan dan bergantung pada cara. Jika waktu itu, dominan penggunaan orang dan mempunyai mobil, handphone, seseorang ingin untuk menggunakan atau untuk memiliki acar atau handphone juga. Di kasus sederhana ini, seseorang ingin sesuatu (berarti: menjalani hidup mereka) karena penggunaan yang lain dan mempunyainya. Hidup manusia othersâ perlu.
Ini adalah sejarah humanâs civilitation, menurut filsafat nafsu. Untuk self ketajaman dan aklamasi sosial, manusia hidup sesuatu bahwa otherâs perlu, tidaknya /nya sendiri. Anda akan memilih apa?